PROGRAM STUDI BIOLOGI

PPL Biokonservasi 2020: Belajar Konservasi Dari Kelompok Masyarakat Nelayan

78cce636-1b5c-41ad-9ca4-a61b00fd9b77

Pada praktik lapangan biokonservasi yang bertempat di Banyuwangi pada 6-7 Maret 2020 ini, Mahasiswa prodi biologi dikenalkan dengan proses konservasi yang dilakukan oleh kelompok masyarakat. Terdapat 2 lokasi pantai yang menjadi tempat praktik yaitu Pantai Cemara dan Pantai Grand Watu Dodol.

Pantai Cemara atau dikenal juga sebagai Pantai Pakis Rejo, memiliki kelompok masyarakat yang menginsiasi kegiatan konservasi yang disebut sebagai KUB (kelompok usaha bersama). Kegiatan konservasi di pantai ini didasarkan atas keprihatinan masyarakat atas kondisi sampah disepanjang pantai, akhirnya pada tahun 2011, kelompok nelayan Pakis Rejo mulai melakukan penanaman pohon cemara udang. Tentu saja pada awal penanam banyak kegagalan yang dialami, tidak sedikit bibit pohon yang mengalami gagal tumbuh. Namun para nelayan ini tidak berkecil hati, upaya  pembelajaran terus dilakukan hingga akhirnya pada tahun 2013 kegiatan koservasi pantai ini berkembang menjadi konservasi penyu. Terdapat 2 jenis penyu yang dapat ditemui di pantai cemara, yaitu penyu Lektan  dan Hijau.  Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea)dan Penyu Hijau (Chelonia mydas).

Pantai berikutnya yang dikunjungi adalah Pantai Grand watu Dodol. Sebagaimana pantai sebelumnya, kegiatan konservasi pada wilayah ini juga diinisasi oleh kelompok nelayan. Penggunaan bahan peledak yang telah merusak ekosistem laut, yang akhirnya juga menyebabkan berkurangnya hasil tangkapan para nelayan. Hal ini kemudian mendorong beberapa nelayan mulai mengawali menanam (tranplantasi) terumbu karang. Hingga akhirnya pada tahun 2015 para  nelayan sepakat membuat kelompok Pokmaswas Pesona Bahari. Bpk Abdul Aziz selaku koordinator pantai GWD sekaligus Ketua Pokmaswas Pesona Bahari

5daf01f5-7425-41d6-bfb9-ad5b6f46b027

Pada kegiatan PPL ini mahasiswa tidak hanya ikut mendapatkan kesempatan untuk sharing tentang penggerakan masyarakat dalam kegiatan konservasi tetapi juga melakukan konservasi terumbu karang dan penanaman bibit pohon cemara. Bpk Moch Irfan Hadi, M.KL selaku ketua pelaksananaan kegiatan ini berharap, agar mahasiswa tergerak untuk bisa menjadi promotor konservasi di daerahnya masing-masing. “….. nelayan yang tidak sekolah tinggi saja, menyadari pentingnya alam dan mampu melakukan konservasi, kamu sebagai mahasiswa seharusnya bisa melakukan lebih dari mereka.” Imbuh beliau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *