PROGRAM STUDI BIOLOGI

EKSPEDISI LEMBAH MAHAMERU INVENTARISASI 67 GENUS, KELAS INSECTA Di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

lrm_export_199368111562690_20190402_222640910

Ekspedisi Lembah Mahameru yang diadakan oleh Kelompok Studi Entomologi KUTRIK Universitas Islam Negeri Sunan Surabaya yang dilaksanakan pada tanggal 10 – 16 Februari 2019 di empat lokasi berbeda yakni Ranu Darungan, Ranu Pani, Ranu Regulo dan Blok Ireng-Ireng kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Dalam ekspedisi ini kami berhasil menginventarisasi 67 Genus dari Kelas Insecta diantaranya terdapat Ordo Odonata (Capung), Ordo Lepidoptera (Kupu-kupu & Ngengat) dan Ordo Hymenoptera (Tawon & Lebah).

Inventarisasi 67 Genus ini didapatkan dari monitoring dan identifikasi Ordo Odonata (Capung) sebanyak 14 Genus dengan perolehan spesies teridentifikasi sebanyak 17 Spesies, selanjutnya Ordo Lepidotera (Kupu-kupu dan Ngengat) sebanyak 49 Genus dengan perolehan spesies teridentifikasi sebanyak 63 Spesies, dan terkhir dari Ordo Hymenoptera (Tawon dan Lebah) sebanyak 4 Genus dengan perolehan spesies teridentifikasi sebanyak 9 Spesies, dengan total keseluruhan spesies terinventarisasi sebanyak 89 Spesies.

Ordo Odonata (Capung) sebanyak 14 Genus dengan perolehan spesies teridentifikasi sebanyak 17 Spesies sebagian diantaranya adalah  Ischnura aurora,  Trithemis festifa, dan Zygonyx ida. Ordo Lepidotera (Kupu-kupu dan Ngengat) sebanyak 49 Genus dengan perolehan spesies teridentifikasi sebanyak 63 Spesiessebagian diantaranya adalah Parantica albata dan Troides helena. Pada Ordo Hymenoptera (Tawon dan Lebah) sebanyak 4 Genus dengan perolehan spesies teridentifikasi sebanyak 9 Spesies sebagian diantaranya adalah Xylocopa latipes, Idan Amegilla calens.

Hasil ekspedisi ini menunjukan bahwa kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru masih memiliki kualitas ekosistem yang berjalan stabil, dengan ditemukannya capung spesies Zygonyx ida menunjukkan bahwa kulitas air masih terjaga dengan baik, capung ini di temukan di wilayah Blok Ireng-Ireng. Ditemukannya spesies Troides helenadari anggota Ordo Lepidoptera atau kupu-kupu menunjukan bahwa keanekaragaman Flora masih terjaga serta melimpah, banyaknya ditemukan Kupu-kupu dan Ngengat menandakan bahwa wilayah tersebuh masih memiliki ketersediaan pakan / Host Plant  untuk menghidupi berbagai spesies Kupu-kupu dan Ngenagt  yang mendiami di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan sekaligus menunjukan keanekaragaman hayati yang melimpah. Penelitian dan inventarisasi dari Hymenoptera sangat berperan dalam pengendalian hama suatu ekosistem atau biasa disebut biological control  peran tersebut berkaitan erat dengan sifat Tawon sebagai predator / pemangsa ulat atau larva serangga lain dan sebagian dari hama-hama perkebunan dan pertanian. Tawon dan lebah juga dapat dikatakan sebagai bio-indikator  kualitas ekosistem dan lingkungan, serta untuk mngetahui ada tidaknya gangguan habitat pada kawasan tersebut.

Dengan batas waktu penelitian yang di lakukan selama satu pekan yakni dari tanggal 10 -16 Februari 2019, yang berada diberbagai titik kawasan konservasi  yakni Ranu Darungan, Ranu Pane, Ranu Regulo dan Blok Ireng-ireng menjadikan  kekayaan alam dan biodiversitas insecta yang berhasil kami inventarisasi hanya sebagian saja. Kedepannya di harapkan adanya eksplorasi-eksplorasi hasil kekayaan alam yang lainnya sehingga dapat menggali lebih dalam kekayaan Alam, Biodiversitas, Ekologi maupun kulitas dan keadaan ekosistem Fauna maupun Flora yang ada di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Salam Lestari!

Salam Konservasi!

lrm_export_199571393239798_20190402_223004266

(dap).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *