PEMBEKALAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN MAHASISWA PROGRAM STUDI BIOLOGI ANGKATAN 2017

Kegiatan praktik kerja lapangan (PKL) merupakan proses perkuliahan di lokasi kerja yang dilakukan oleh seluruh mahasiswa biologi tingkat 3 (semester V) dalam rangka mempelajari dan mempraktikkan ilmu-ilmu biologi yang telah mereka dapatkan di kampus ke dalam dunia Kerja. Pada tahun 2019 ini, sebanyak 56 mahasiswa program studi biologi melakukan kegiatan PKL, yang diawali dengan pembekalan pada Selasa 25 Juni 2019 (08.00-10.00 WIB) bertempat di Laboratorium Ekologi, Laboratorium Integrasi UIN Sunan Ampel. Pada Kesempatan tersebut Bapak. Saiful Bahri, M.Si selaku Sekertaris Program Studi mengungkapkan “apa dan bagaimana kegiatan PKL yang akan dilaksanakan” yang menyangkut kegiatan administrasi sebelum, selama dan sesudah kegiatan PKL. Selain masalah administrasi juga dilakukan pembekalan tentang bagaimana sikap dan perilaku yang harus di lakukan oleh peserta PKL selama kegiatan, hal ini di sampaikan oleh bapak Saiku Rokhim, M. KKK selaku salah satu dosen pembimbing lapangan kegiatan PKL

Kegiatan PKL ini akan berlangsung selama bulan Juli – Agustus 2019, dengan lokasi PKL yang di  LIPI (lembaga ilmu pengetahuan Indonesia) Cibinong -Bogor, B2P2VRP Salatiga (Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit), UPT. Materia Medica Malanga, Balai Karantina Djuanda dan lain sebagainya.

Melalui Kegiatan Praktik Kerja Lapangan ini, mahasiswa diharapkan dapat membuka pikiran untuk lebih menggali wawasan dengan ide-ide baru yang lebih kreatif dan positif, memperluas networking (jaringan kerja), serta memiliki pengalaman bekerja di dunia industri. Dari kegiatan ini pula nantinya akan menjadi sumber bahan pembuatan Tugas Akhir sebagai syarat kelulusan mahasiswa.

PRAKTIK ANALISIS VEGETASI DI RANU BEDALI, LUMAJANG

Sabtu, 22 Juni 2019, mahasiswa Biologi angkatan 2018 melakukan kegiatan praktik lapangan mata kuliah ekologi di daerah Ranu Bedali, Lumajang. Ranu Bedali adalah salah satu dari rangkaian Segitiga Ranu di Lumajang, yang terletak di Desa Ranu Bedali, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang. Ranu ini, terletak di ketinggian 700 mdpl dengan luas 25 hektar dan kedalaman sekitar 28 meter.

Kegiatan praktik yang dilakukan mahasiswa adalah observasi lingkungan di sepanjang bibir danau sebanyak 10 titik pengamatan. Mahasiswa dibagi menjadi 10 kelompok berdasarkan titik pengamatan tersebut dan melakukan analisis vegatasi dibawah pengawasan asisten laboran dan dosen pengampu. Mahasiswa melakukan analisis vegetasi menggunakan metode kuadrat dengan membuat plot bujur sangkar berukuran 10 m x 10 m.; 2,5m x 2,5m dan 1m x 1m sesuai dengan jenis tanaman yang diamati (pohon, semak dan herba). Mahasiswa juga menganalisis hasil observasi dengan menghitung nilai kerapatan, kerimbunan, dan frekuensi yang selanjutnya digunakan untuk menghitung indeks nilai penting (INP).

“Kegiatan praktikum lapangan ini diharapkan dapat mengasah keahlian mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu-ilmu ekologi yang telah mereka dapatkan di kelas…” imbuh Bapak Saiful Bahri, M.Si selaku dosen pengampu.

VARANUS : EKSPEDISI DI KAWASAN TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU (TNBTS)

varanusKelompok studi Varanus merupakan salah satu kelompok studi di Biologi UIN Sunan Ampel Surabaya yang mewadahi mahasiswa dalam ilmu bidang Herpetofauna, yang meliputi kelompok Amfibi dan Reptilia. Pada bulan Februari  2019 KS Varanus dengan KS Kutrik melakukan kegiatan bersama yaitu Ekspedisi Lembah Mahameru. Kegiatan ini bertujuan untuk menginventarisasikan keanekaragaman Herpetofauna yang ada dibeberapa titik di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Penelitian dilaksanakan di empat titik pada yaitu Ranu Darungan, Blok Ireng-Ireng, Ranu Pani, dan Ranu Regulo. Hasil penelitian yang telah dilakukan pada kawasan Ranu Darungan ditemukan 11 spesies dari 8 famili yang berbeda,yakni famili Bufonidae, Ranidae, Mycrohylidae dll. dengan spesies Duttaphrynus melanostictus, Polypedates leucomystax dll.

Pada kawasan Ranu Pani dan Ranu Regulo hanya ditemukan 1 Famili dengan 2 spesies yang berbeda yaitu dari Famili Agamidae dengan spesies Elapoidis . Sedangkan pada kawasan Blok Ireng-Ireng ditemukan 7 spesies dari 4 Famili yang berbeda. Famili Rhacophoridae, Ranidae, Agamidae , dan Colubridae dengan spesies diantaranya Rhacophorus reinwardtii, Polypedates leucomystax. Broncochela jubata dll.

Herping dilakukan pada waktu malah hari, karena kelompok Herpetofauna umumnya mudah dijumpai pada malam hari dengan kondisi suhu udara yang rendah dan tingkat kelembaban udara yang tinggi. Kelompok Herpetofauna memiliki peran penting dalam ekosistem, seperti predator hama dan serangga yang merugikan manusia, sebagai bioindikator lingkungan. Karena sebagian besar kelompok Herpetofauna memiliki peran sebagai predator dalam rantai makanan di suatu ekosistem (zm).

EKSPEDISI LEMBAH MAHAMERU INVENTARISASI 67 GENUS, KELAS INSECTA Di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

lrm_export_199368111562690_20190402_222640910

Ekspedisi Lembah Mahameru yang diadakan oleh Kelompok Studi Entomologi KUTRIK Universitas Islam Negeri Sunan Surabaya yang dilaksanakan pada tanggal 10 – 16 Februari 2019 di empat lokasi berbeda yakni Ranu Darungan, Ranu Pani, Ranu Regulo dan Blok Ireng-Ireng kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Dalam ekspedisi ini kami berhasil menginventarisasi 67 Genus dari Kelas Insecta diantaranya terdapat Ordo Odonata (Capung), Ordo Lepidoptera (Kupu-kupu & Ngengat) dan Ordo Hymenoptera (Tawon & Lebah).

Inventarisasi 67 Genus ini didapatkan dari monitoring dan identifikasi Ordo Odonata (Capung) sebanyak 14 Genus dengan perolehan spesies teridentifikasi sebanyak 17 Spesies, selanjutnya Ordo Lepidotera (Kupu-kupu dan Ngengat) sebanyak 49 Genus dengan perolehan spesies teridentifikasi sebanyak 63 Spesies, dan terkhir dari Ordo Hymenoptera (Tawon dan Lebah) sebanyak 4 Genus dengan perolehan spesies teridentifikasi sebanyak 9 Spesies, dengan total keseluruhan spesies terinventarisasi sebanyak 89 Spesies.

Ordo Odonata (Capung) sebanyak 14 Genus dengan perolehan spesies teridentifikasi sebanyak 17 Spesies sebagian diantaranya adalah  Ischnura aurora,  Trithemis festifa, dan Zygonyx ida. Ordo Lepidotera (Kupu-kupu dan Ngengat) sebanyak 49 Genus dengan perolehan spesies teridentifikasi sebanyak 63 Spesiessebagian diantaranya adalah Parantica albata dan Troides helena. Pada Ordo Hymenoptera (Tawon dan Lebah) sebanyak 4 Genus dengan perolehan spesies teridentifikasi sebanyak 9 Spesies sebagian diantaranya adalah Xylocopa latipes, Idan Amegilla calens.

Hasil ekspedisi ini menunjukan bahwa kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru masih memiliki kualitas ekosistem yang berjalan stabil, dengan ditemukannya capung spesies Zygonyx ida menunjukkan bahwa kulitas air masih terjaga dengan baik, capung ini di temukan di wilayah Blok Ireng-Ireng. Ditemukannya spesies Troides helenadari anggota Ordo Lepidoptera atau kupu-kupu menunjukan bahwa keanekaragaman Flora masih terjaga serta melimpah, banyaknya ditemukan Kupu-kupu dan Ngengat menandakan bahwa wilayah tersebuh masih memiliki ketersediaan pakan / Host Plant  untuk menghidupi berbagai spesies Kupu-kupu dan Ngenagt  yang mendiami di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan sekaligus menunjukan keanekaragaman hayati yang melimpah. Penelitian dan inventarisasi dari Hymenoptera sangat berperan dalam pengendalian hama suatu ekosistem atau biasa disebut biological control  peran tersebut berkaitan erat dengan sifat Tawon sebagai predator / pemangsa ulat atau larva serangga lain dan sebagian dari hama-hama perkebunan dan pertanian. Tawon dan lebah juga dapat dikatakan sebagai bio-indikator  kualitas ekosistem dan lingkungan, serta untuk mngetahui ada tidaknya gangguan habitat pada kawasan tersebut.

Dengan batas waktu penelitian yang di lakukan selama satu pekan yakni dari tanggal 10 -16 Februari 2019, yang berada diberbagai titik kawasan konservasi  yakni Ranu Darungan, Ranu Pane, Ranu Regulo dan Blok Ireng-ireng menjadikan  kekayaan alam dan biodiversitas insecta yang berhasil kami inventarisasi hanya sebagian saja. Kedepannya di harapkan adanya eksplorasi-eksplorasi hasil kekayaan alam yang lainnya sehingga dapat menggali lebih dalam kekayaan Alam, Biodiversitas, Ekologi maupun kulitas dan keadaan ekosistem Fauna maupun Flora yang ada di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Salam Lestari!

Salam Konservasi!

lrm_export_199571393239798_20190402_223004266

(dap).

GEMMASOKA : MENGEDUKASI YANG MENYENANGKAN

Kelompok Studi Sokabotanisa (Botani) dari Mahasiswa Biologi UIN Sunan Ampel Surabaya menggelar acara GEMMASOKA, acara diklat tahunan untuk anggota baru dari Kelompok Studi, kegiatan yang berlangsung satu hari pada Sabtu (13/10/2018) berlangsung tertib, kompak dan penuh edukasi.

Kegiatan yang dilaksanakan di KebunBibit Wonorejo Surabaya ini cukup beragam, dimulai dari materi tentang tanaman, mengidentifikasi tanaman yang ada di Kebun Bibit, mempresentasikan hasil identifikasi, hingga bermain games untuk adu kekompakan antar team.

Kegiatan ini merupakan sarana bagi Mahasiswa Biologi UIN Sunan Ampel Surabaya yang mengikuti Kelompok Studi Soka botanisa untuk menambah wawasan tentang tanaman, melatih kemampuan mengidentifikasi tanaman, serta menambah pengetahuan tentang klasifikasi dari tanaman-tanaman tersebut.

“Harapansaya, dengan diadakan acara diklat GEMMASOKA ini, akan mendekatkan kita semua, selaku anggota Kelompok Studi Sokabotanisa, baik anggota baru maupun anggota lama. Saya juga berharap, nantinya akan lebih banyak lagi kegiatan yang bermanfaat dan mengedukasi, yang dapat kita lakukan berkenaan dengan tanaman.” Terang Erika Kusuma Wardani, selaku ketua Kelompok Studi Sokabotanisa

Diharapkan dari adanya diklat GEMMASOKA dari Kelompok Studi Sokabotanisa ini mampu mengembangkan kreatifitas anggota Sokabotanisa, meningkatkan kemampuan untuk mengidentifikasi tanaman sehingga dapat menjadi Kelompok Studi yang semakin unggul untuk kedepannya. (aphn)

Wanagama dan Pantai Krakal Jadi Lokasi Praktikum Lapangan

img_20171228_1024011

Muhibbuddin, 1 Januari 2018 – Mahasiswa biologi angkatan 2016 pada semester ganjil ini mendapatkan materi mengenai sistematika hewan dan tumbuhan. Sistematika pada dasarnya adalah mata kuliah mengenai tatanama ilmiah yang diberikan pada suatu jenis flora maupun fauna. Selain itu sistematika juga mempelajari beberapa metode yang digunakan untuk mengetahui keanekaragaman flora maupun fauna.

Praktikum lapangan dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai studi keanekaragaman flora maupun fauna pada suatu lokasi. Dalam hal ini dilakukan di Hutan Pendidikan Wanagama DIY untuk mempelajari kelelawar, arthropoda dan analisis vegetasi. Sedangkan lokasi kedua di Pantai Krakal mempelajari keanekaragaman invertebrata dan alga di zona intertidal.

Selain mendapatkan materi mengenai pengambilan sampel praktikan juga dibiasakan membuat awetan spesimen. Pada analisis vegetasi dibuat awetan kering untuk tumbuhan tingkat tinggi dan awetan basah untuk tumbuhan tingkat rendah. Untuk artropoda tanah dan kelelawar digunakan awetan basah. Untuk sampel yang diperoleh dari pantai krakal semuanya dijadikan awetan basah termasuk invertebrata dan alga.

Praktikum lapangan seperti ini akan diadakan tahunan yang berguna sebagai penunjang pendidikan pada program studi biologi.

SOKABOTANISA Belajar Hidroponik

sokabotanisa

 Nia, 20 November 2017 Botani merupakan kegiatan non-kurikuler yang berorientasi menghasilkan sebuah produk hasil penelitian dibidang Botani yang bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan, sikap dan perilaku mahasiswa agar lebih sadar dalam memanfaatkan sumber daya tumbuhan lokal secara berkelanjutan. Prodi Biologi tepatnya di UIN Sunan Ampel Surabaya terdapat kelompok studi Botani yang dinamakan ‘SOKABOTANISA’.

Pada tanggal 19, November 2017, Jl. Babatan Pantai 7/4A, KS SOKABOTANISA menghadiri Kopdar & pelatihan  hidroponik, merupakan acara rutinan Komunitas Hidroponik Surabaya (KHS), Komunitas tersebut di ketuai oleh Bpk. Yoso Susriato. Acara tersebut meliputi pelatihan dasar-dasar hidroponik, berbagi pengalaman tanam hidroponik,  media yang digunakan, kelebihan menggunakan hidroponik, serta pengenalan dasar-dasar nutrisi hidroponik oleh Bpk. Sunandar Triwibowo .

Pelatihan dasar-dasar hidroponik itu meliputi teknik penanaman yang terbagi mrnjadi 2 yaitu teknik larutan statis dan teknik larutan alir, sedangkan untuk media yang digunakan media organic (Arang sekam, Cocopaeat,  Serbuk kayu,  Akar pakis, dll. ),media   Anorganik (Spons, Rockwool,  Kerikil pasir,  Batu bata, Batu apung, Kerikil Zeolit,  Hydroton dll). serta pengenalan dasar-dasar nutrisi hidroponik, nutrisinya meliputi pupuk organic dan pupuk anorganik/buatan (terdiri dari pupuk tunggal dan pupuk majemuk).

KS Varanus Berpartisipasi dalam Kongres Herpetologi Indonesia 2017

whatsapp-image-2017-11-17-at-09-30-05

Shalekah, 13 November 2017 – Mudah, ungkapan yang sulit bagi kelompok studi pemula seperti kami dalam membangun sebuah gerakan konservasi diruang lingkup besar. Gerakan konservasi adalah sebuah alat, oleh karena itu, petuah “satunya kata dan perbuatan”, serta seloka “apa yang dikatakan dilakukan dan apa yang dilakukan dikatakan”, harus menjadi kulminasi spirit dari konservasi berbasis ruang lingkup kecil yang kami butuhkan sebagai langkah awal.

Xenodermus 2017 salah satu event pertama bekal bagi kami keluarga Varanus menyelami pembelajaran preservasi, restorasi, rekonstruksi, adaptasi dan revitalisasi. Merantau di kota orang menjadi suatu hal yang biasa dilakukan setiap mahasiswa berburu ilmu, diantaranya Kota Bandung. Bandung adalah salah satu dari 14 kota Pusat Kegiatan Nasional yang kami kunjungi beberapa waktu yang lalu.

Xenodermus 2017 mengundang keynote spekaers yang tak cuma – cuma, seperti Prof. Dr. Djoko Tjahjono Iskandar, M.Si (penemu spesies Limnonectes larvaepartus yang merupakan satu-satunya katak yang dapat melahirkan kecebong); Dr. Amir Hamidi, M.Sc (Peneliti Ahli Pusat Biologi LIPI, Ketua Perhimpunan Herpetologi Indonesia); Dr. Mirza Dikari Kusrini, M.Si Ph.D (Ahli Ekologi Amfibi dan Reptil, Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata IPB); Dr. Ir. Tachrir Fathoni, M.Sc (Direktorat Jendral Konservasi SDA dan Ekosistem Kementrian Lingkungan Hidup RI); Dr. dr. Tri Maharani, M.Si Sp.EM (Pakar Gigitan Ular dan Toksikologi, Remote Envenomation Consultancy Service); dan Sioux Ular Indonesia.

 

Salam Lestari! Salam Konservasi!

 

ECDYSIS Kenalkan Mahasiswa Baru pada Herpetofauna

ecdysis

Widya, 16 Oktober 2017 – Ecdysis adalah salah satu kegiatan tahunan dari kelompok studi herpetologi (VARANUS) mahasiswa biologi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Kegiata ini bertujuan untuk perekrutan calon anggota baru.  Kegiatan ini melalui tiga tahap, yaitu wawancara pada saat pendaftaran, diklat ruangan yang dilaksanakan di dalam kampus dan diklat lapangan yang dilaksanakan di Kebun Binatang Surabaya.

Kegiatan ini diikuti oleh panitia dan para peserta. Pada diklat ruangan, para peserta diberi pengetahuan tentang safety di lapangan dan seputar tentang kelompok studi Varanus. Pada saat diklat di lapangan, diawali dengan car free day bersama-sama di Taman Bungkul. Kemudian dilanjutkan langsung ke Kebun Binatang Surabaya dengan mengelilingi seluruh area.

Disana peserta diberi tugas untuk mencari hewan amphibi atau reptil yang disukai, lalu akan menceritakan kembali tentang amphibi atau reptil itu dengan menemui pawang dari hewan yang disukai. Disitu dijelaskan tentang siklus dari hewan terutama buaya dan komodo. Dan dapat melihat secara langsung bagaimana proses pemberian makan.

Kegiatan ini berjalan dengan lancar mulai dari awal hingga akhir. Para peserta dan panitia terlihat kompak dan antusias dalam mengikuti acara tersebut terutama pada saat pemberian makan.

Fakultas Sains dan Teknologi